HIDUP, HARUS PUNYA RASHA TIDAK PUNYA RASHA PUNYA

Penganggaran Daerah

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ini disusun berdasarkan pendekatan kinerja, yaitu suatu sistem anggaran yang mengutamakan upaya pencapaian hasil kerja dari perencanaan alokasi biaya yang ditetapkan, (UU No.17/2003 pasal 19 ayat b).

Berdasarkan pendekatan kinerja, APBD disusun berdasarkan pada tujuan tertentu yang hendak dicapai dalam satu tahun anggaran. Dalam rangka menyiapkan rancangan APBD, Pemerintah Daerah bersama-sama DPRD menyusun kebijakan umum APBD yang memuat petunjuk dan ketentuan-ketentuan umum yang disepakati sebagai pedoman dalam penyusunan APBD. Kebijakan anggaran yang dimuat dalam kebijakan umum APBD, selanjutnya menjadi dasar untuk penilaian kinerja keuangan daerah selama satu tahun anggaran, (PP No. 58/2005)

Dalam menyusun anggaran tahunan, mekanisme dan proses penjaringan informasi pada dasarnya merupakan bagian dari upaya pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis daerah. Dalam proses ini kebijakan umum anggaran (KUA) menjadi payung bagi eksekutif khususnya unit kerja dalam menyusun kebijakan anggaran tahunan. Dalam penyusunan rencana kerja masing-masing program harus sudah memuat secara lebih rinci uraian mengenai nama program, input, proses, output, benefit dan impact yang akan dicapai. Seluruh program yang telah dirancang oleh masing-masing unit kerja, selanjutnya diserahkan ke Panitia Anggaran Eksekutif. Panitia Anggaran Eksekutif selanjutnya menganalisis dan bila perlu menyeleksi program-program yang akan dijadikan rencana kerja di masing-masing unit kerja berdasarkan program kerja yang masuk ke Panitia Anggaran Eksekutif, yang kemudian dijadikan dasar untuk menyusun dan merancang draft Kebijakan Pembangunan dan Kebijakan Anggaran Tahunan yang nantinya akan dibahas dengan pihak DPRD.(PERMENDAGRI No 13/2006)

Penyusunan Anggaran Daerah secara keseluruhan mencakup penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) sampai dengan disusunnya Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) yang terdiri dari beberapa tahapan :

Berdasarkan UU No.17/2003 tahapan tersebut adalah :

  1. Pemerintah Daerah melalui Panitia Anggaran Eksekutif menyampaikan kebijakan umum APBD tahun anggaran berikutnya sebagai landasan penyusunan APBD paling lambat pada pertengahan bulan Juni tahun berjalan. Kebijakan umum APBD tersebut berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
  2. Proses Penyususnan Rencana Kerja Pemerintah Daerah tersebut dilakukan antara lain dengan melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSREMBANG) yang selain diikuti oleh unsur pemerintah juga mengikutsertakan dan/atau menyerap aspirasi masyarakat terkait, antara lain assosiasi profesi, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Pemuka Adat, Pemuka Agama, dan kalangan dunia usaha.
  3. Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRDkemudian membahas kebijakan umum APBD yang disampaikan oleh pemerintah daerah dalam pembahasan pendahuluan rancangan APBD tahun anggaran berikutnya.
  4. Berdasarkan Kebijakan Umum APBD yangtelah disepakati dengan DPRD, pemerintah daerah melalui Panitia Anggaran Eksekutif bersama dengan Panitia Anggaran Legislatif membahas prioritas dan plafon anggaran sementara untuk dijadikan  acuan bagi setiap Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD).
  5. Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) selaku pengguna anggaran menyusun Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (RKA-SKPD) tahun berikutnya dengan mengacu pada prioritas danplafon anggaran sementara yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah bersama DPRD.
  6. RKA-SKPD tersebut kemudian disampaikan kepada DPRD untuk dibahas dalam pembahasan terdahulu.
  7. Hasil Pembahasan RKA-SKPD disampaikan kepada Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) sebagai bahan penyusunan rancangan PERDA tentang APBD tahun berikutnya.
  8. Pemerintah Daerah mengajukan rancangan PERDA tentang APBD disertai dengan penjelasan dandokumen-dokumen pendukungnya kepada DPRD pada minggu pertama bulan Oktober tahun sebelumnya.
  9. Pengambilan keputusan oleh DPRD mengenai rancangan PERDA tentang APBD dilakukan selambat-lambatnya 1(satu) bulan sebelum tahun anggaran bersangkutan dilaksanakan.

Selain UU No.17/2003 tersebut, PERMENDAGRI No.13/2006 juga menguraikan tahap penyusunan APBD sebagai berikut :

  1. RKA SKPD 1 : Merupakan ringkasan dari RKA SKPD 2 yang berupa ringkasan dari penggabungan seluruh jumlah kelompok dan jenis belanja langsung yang diisi dalam setiap formulir RKA SKPD 5, RKA SKPD 3, RKA SKPD 4 dan RKA SKPD 6.
  2. RKA SKPD 2 : merupakan formulir rekapitulasi dari seluruh program dan kegiatan SKPD yang dikutip dari setiap formulir SKPD 5.
  3. RKA SKPD 3 : Merupakan formulir untuk menyusun rencana pendapatan atau penerimaan SKPD dalam Tahun Anggaran yang direncanakan.
  4. RKA SKPD 4 : Merupakan formulir untuk menyusun rencana kebutuhan belanja tidak langsung SKPD dalam Tahun Anggaran yang direncanakan.
  5. RKA SKPD 5 : Merupakan formulir yang digunakan untuk merancang belanja dari setiap kegiatan yang diprogramkan.
  6. RKA SKPD 6 : Merupakan formulir ringkasan pembiayaan daerah yang bersumber datanya berasal dari ringkasan jumlah menurut kelompok dan jenis pengeluaran pembiayaan yang diisi dalam formulir RKA SKPD 8.
  7. RKA SKPD 7 : formulir ini tidak diisi oleh SKPD lainnya, kecuali oleh sekretariat daerah apabila satuan kerja pengelolaan keuangan daerah merupakan bagian dari unit kerja sekretariat daerah.
  8. RKA SKPD 8 : formulir ini tidak diisi oleh SKPD lainnya, kecuali oleh sekertariat daerah apabila satuan kerja pengelola keuangan daerah merupakan bagian dari unit kerja sekertariat daerah.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: